Posted by: jabro | February 3, 2008

Buntu

Ternyata bukan hanya jalan atau juga usus saja yang bisa buntu.
Otak pun bisa buntu dan kali ini otakku benar-benar buntu.
Aku tidak tahu harus menulis seperti apa untuk mengisi blog-ku.
Entah kenapa, bahkan aku pun tah tahu. Sepertinya sudah dari dulu otakku buntu.
Yah.. aku tidak tahu kenapa otakku bisa buntu.
Padahal Ubuntu saja tidak pernah buntu, tapi otakku kok bisa buntu.

Posted by: jabro | January 15, 2008

Mengurus pajak kendaraan bermotor di SAMSAT BATAM

Anda memiliki kendaaan bermotor? Pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah pajak kendaraan bermotor. Yang satu ini merupakan kewajiban bagi setiap pemilik untuk melunasi pembayarannya sebelum jatuh tempo kalau tidak mau terkena denda. namun terkadang kita malas untuk mengurusnya sendiri karena berbelitnya birokrasi dan memilih untuk menggunakan jasa calo. Namun jika Anda tinggal di daerah Batam, hal ini tidak menjadi alasan lagi. carita selengkapnya, baca di sini.

Posted by: jabro | January 14, 2008

Nge-blog yuk!

Memasuki tahun baru 2008 M, yag kemudian juga diikuti oleh tahun baru 1429 H gairah untuk belajar ngeblog semakin menggebu. Meskipun untuk saat ini aku hanya punya koneksi ke dunia maya lewat gprs yang bayarnya per menit namun tidak membuat semangatku surut.

Ada hasrat dalam hati untuk suatu saat bisa seperti Pak Priyadi atau juga blogger-blogger terkemuka lainnya.
Pada awalnya saya sepertinya “kemaruk”. Penginnya langsung cepet-cepet hebat.
Tapi ‘kan nggak mungkin. Semua harus melalui proses yang bertahap.

Tapi aku yakin sekali, suatu saat nanti aku akan mampu.

Posted by: jabro | January 11, 2008

Rumah Baru

Akhirnya sebuah penantian panjang tercapai juga. Cita-cita kami untuk memiliki rumah sendiri, Alhamdulillah tercapai juga meskipun harus dengan cara mencicil melaluli KPR dari sebuah bank.

Selama ini kami mengkontrak rumah sehat sederhana tipe 36. Uang kontrakan yang cukup besar jika dibandingkan dengan penghasilan kami, secara rutin kami setor kepada pemilik rumah. Yah namanya juga rumah kontrakan, meskipun kita sudah bayar tiap bulan tapi tetep aja rumah tersebut tidak bias kita miliki. Berbeda sekali dengan cicilan kredit. Meskipun jumlahnya lebih besar, lebih dari 200 persen dari nilai yang dikeluarkan untuk kontrak, tapi toh nanti ujung-ujungnya bias kita miliki.

Proses untuk mendapatkan rumah sendiri ini cukup panjang kami lalui. Bermula dari bulan Juli 2006. Ketika itu aku bersama istri dan anakku jalan-jalan disebuah gedung pertokoan yang orang Batu Aji bilang sebagai Mall. Iseng-iseng kami mampir ke sebuah kantor pemasaran perumahan yang saat itu sedang dibangun. Setelah ngobrol berapa saat dengan agen pemasaran disitu, akhirnya kami putuskan untuk mengambil dulu pamflet yang disediakan untuk kami pelajari nanti di rumah.

Read More…

« Newer Posts

Categories